Sabtu, 01 September 2018

Budidaya Ikan Kakap Dengan Paket Perikanan NASA

Budidaya Ikan Kakap Dengan Paket Perikanan NASA

Ikan Kakap adalah keluarga ikan laut dasaran yang hidup secara berkelompok di dasar-dasar karang atau terumbu karang. Mempunya ciri tubuh yang bulat pipih dengan sirip memanjang sepanjang punggung. Jenis ikan kakap yang banyak ditemui di Indonesia adalah jenis Kakap merah (L. campechanus) beberapa jenis yang lain yang juga banyak di temui adalah Kakap kuning, Kakap hitam dan lain-lain.

Kakap merah merupakan fauna khas provinsi Kepulauan Riau dikarenakan provinsi ini merupakan tempat tinggal banyak kakap dan kakap sendiri sering dijadikan bahan makanan khas yaitu Asam pedas.
Budidaya ikan kakap di Indonesia memang sering kita temui. Selain menghasilkan profit yang tinggi budidaya ikan kakap sendiri tidak lah susah Baik itu kakap merah ataupun kakap putih, cara pemeliharan ikan kakap cukup dapat dilakukan tanpa modal yang tinggi. Ikan kakap merupakan ikan perairan peralihan. Mereka biasa hidup di daerah mangrove di pinggiran pantai sehingga mereka dapat hidup di perairan laut, payau, ataupun tawar. Meskipun ikan kakap laut cenderung lebih besar, ikan kakap yang tinggal di air tawar akan lebih mudah dibudidayakan. Berikut merupakan beberapa teknik budidaya dalam mengembangbiakkan ikan kakap.

Cara Budidaya Ikan Kakap

Pemilihan Habitat dan Lokasi Pemeliharan

Pemilihan habitat atau tempat pemeliharan merupakan salah satu factor yang paling penting dalam membudidayakan ikan kakap. Seperti yang telah diketahui, ikan kakap memiliki toleransi terhadap salinitas yang cukup tinggi. Hal tersebut berarti bahwa ikan kakap dapat dipelihara di segala tipe air. Tempat pemeliharan ikan kakap dapat dilakukan di tambak, kolam, ataupun pinggiran pantai. Memperhatikan kualitas air juga amat penting dalam pemeliharaan ikan kakap. Karena ikan kakap merupakan ikan tropis, pastikan bahwa sushu kolam berkisar antar 27-32 drajat celcius. Pastikan juga bahwa kolam tidak terlalu keruh. Dan apabila anda memilih untuk memelihara ikan di tambak pinggir laut, pastikan bahwa arus air tidak terlalu deras karena dapat merusak tambak.

Pemberian Pakan

Ikan kakap merupakan salah satu ikan karnivora yang memangsa makhluk hidup lebih kecil lainnya. Oleh karena itu, pemberian makan ikan kakap dapat dilakukan dengan memberikan ikan rucah atau ikan teri. Ikan kakap juga akan memakan makhluk kecil seperti plankton, cumi – cumi, udang, dan ikan kecil lainnya. Ikan kakap memiliki ketahanan dalam mencerna protein dalam jumlah besar dibandingkan ikan lainnya. Jangan pernah memberikan makanan yang memiliki kandungan karbohidrat maupun serat karena hal itu dapat mempengaruhi pencernaan ikan. Ikan kakap juga dapat diberi makan pelet meskipun ikan yang diberi makan secara alami cenderung lebih nikmat dagingnya dibanding yang makan pelet.

Reproduksi Ikan Kakap

Secara umum, ikan kakap merupakan ikan hermaphrodit yang mampu merubah jenis kelaminnya berdasarkan beberapa factor variabilitas. Pada awal – awal pertumbahan, ikan kakap yang berumur sekitar 1-2 tahun cenderung akan menumbuhkan testikel sehingga menjadi jantan. Namun ikan akan berupa menjadi betina ketika mencapai umur 5-6 tahun. Masa reproduksi biasanya akan terjadi di kala musim penghujan. Pada masa pemijahan kita akan dapat membedakan mna ikan yang jantan dan betina berdasarkan ukuran. Yang jantan biasanya akan terlihat lebih kecil dan ramping daripada yang betina. Setelah matang gonad, ikan kakap akan dapt dibuahi dan menghasilkan telur dan bibit – bibit baru.

Cara Panen Ikan Kakap

Untuk memanen ikan kakap, alat yang dibutuhkan adalah jala ataupun serokan. Jangan menggunakan alat panen yang mampu melukai ikan atau merusak lingkungan seperti bom ikan atau obat kimia. Teknik yang berbahaya akan merusak hasil panen kakap anda. Teknik panen sendiri ada dua yaitu panen selektif dan panen total. Panen selekif hanya memanend sebagian ikan sedangkan panen total berarti memanen seluruh hasil ikan. Setelah memelihara kurang lebih satu tahun, ikan yang sudah mencapai berat sekitar 500-1000 gram sudah dapat dipanen. Apabila ada ikan yang melebehi 1 kg, akan lebih baik jika ikan tersebut dijadikan ikan induk.

Aplikasi Produk NASA Untuk Budidaya Perikanan

Produk NASA yang direkomendasikan untuk dipergunakan untuk mendukung keberhasilan budidaya perikanan adalah :
  • Viterna Plus
  • POC Nasa
  • Hormonik
  • TON (Pupuk Khusus Perikanan)
Cara penggunaan produk :
Viterna Plus, POC Nasa dan Hormonik digunakan sebagai suplemen campuran pakan ikan. Caranya adalah : Siapkan satu wadah khusus, misalnya jerigen. Campurkan ketiga produk tersebut, yaitu Viterna Plus, POC Nasa dan Hormonik ke dalam wadah khusus yang sudah disediakan tersebut. Selanjutnya aduk atau kocok hingga tercampur merata sebagai larutan nutrisi siap pakai. Setelah terlarut, ambil 1 tutup untuk campuran 2,5 kg pakan pelet. Gunakan sebagai campuran setiap kali memberikan pakan pada ikan.
1 botol Viterna Plus, 1 botol POC Nasa, dan 1 botol Hormonik bisa digunakan untuk campuran pakan sebanyak 300 kg. Untuk menghemat biaya belanja pakan ikan, Anda bisa pilih jenis pakan ikan yang paling murah di pasaran. Meskipun pakan ikan yang digunakan adalah jenis pakan yang biasa-biasa saja, tetapi dengan penambahan Viterna Plus, POC Nasa dan Hormonik tersebut bisa meningkatkan kualitas pakan ikan dan memberikan tambahan unsur-unsur penting, terutama protein yang sangat dibutuhkan ikan untuk mempercepat pertumbuhannya.
TON (Pupuk khusus perikanan) digunakan sebagai pupuk kolam ikan. Produk TON bisa digunakan untuk semua jenis media kolam, seperti kolam ikan media semen permanen, kolam ikan media terpal, kolam ikan media tanah, kolam ikan model bak dengan media tong atau drum dan lain sebagainya. Cara praktis aplikasi TON pada budidaya perikanan adalah : Campurkan air 10 liter + 3 sendok makan TON. Selanjutnya siram-siramkan atau percik-percikkan larutan TON tersebut ke sekitar permukaan kolam ikan secara merata. Aplikasi ini dilakukan idealnya setiap 1 munggu sekali. Aplikasi bisa ditingkatkan intensitasnya apabila tiba musim hujan. Setiap kali turun hujan tebarkan larutan TON untuk menetralkan asam yang terkandung pada air hujan yang masuk ke kolam ikan. Aplikasi larutan TON juga perlu dilakukan pada saat air kolam berbau menyengat.

Manfaat Viterna, POC Nasa dan Hormonik

Pemberian Viterna Plus, POC Nasa dan Hormonik sangat membantu untuk meningkatkan nafsu makan ikan sehingga pertumbuhan ikan bisa dipercepat. Manfaat lain adalah membantu menurunkan angka kematian ikan, mengatasi stress pada ikan, serta memberikan peningkatan kualitas pada daging ikan yang dihasilkan serta rendah kolesterol.

Manfaat TON (Pupuk khusus perikanan)

Pemberian pupuk khusus perikanan TON pada budidaya perikanan jenis apapun akan membantu menciptakan ekosistem kolam yang kondusif bagi pertumbuhan ikan. Di samping itu juga membantu mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan. Membantu mengurai senyawa beracun yang bisa membunuh ikan. Membantu mempercepat pertumbuhan ikan sehingga panen bisa menjadi lebih cepat tetapi tetap dengan bobot sebagaimana yang ditargetkan. Serta membantu menyediakan suplai oksigen terlarut dalam air sehingga ekosistem kolam manjadi sehat.
Keterangan : Penggunaan produk NASA berupa TON, Viterna Plus, POC Nasa, Hormonik bisa digunakan untuk mendukung berbagai jenis budidaya perikanan apapun, seperti budidaya ikan lele, budidaya ikan patin, budidaya ikan mas, budidaya ikan nila, budidaya ikan gurame, budidaya ikan kakap, budidaya kepiting, budidaya belut, budidaya bandeng, budidaya udang dan lain sebagainya.
Demikian pembahasan mengenai Budidaya Ikan Kakap dengan produk NASA. Semoga bermanfaat. Dapatkan produk Palet Perikanan NASA hanya dari distributor resmi PT Natural Nusantara.

Cara Budidaya Jagung Manis Lengkap, Hingga Panen

Cara Budidaya Jagung Manis Lengkap, Hingga Panen

Jagung Manis tak hanya nikmat untuk dijadikan kudapan atau camilan, namun juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Bahkan kabarnya, jagung manis disebut sebagai salah satu makanan super karena dipenuhi oleh nutrisi dan vitamin.
Mengonsumsi jagung manis bisa membantu Anda dalam banyak hal yang berkaitan dengan kesehatan tubuh dan otak. Di Indonesia jagung merupakan komoditi tanaman pangan penting, namun tingkat produksi belum optimal. PT Natural Nusantara berupaya meningkatkan produksi tanaman jagung secara kuantitas, kualitas dan ramah lingkungan /berkelanjutan ( Aspek K-3).

Syarat Pertumbuhan Jagung Manis

Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal. Suhu optimum antara 230 C – 300 C. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah yang gembur, subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH tanah antara 5,6-7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %. Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl

Pedoman Teknis Budidaya

Syarat benih

Benih sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi (benih hibryda). Daya tumbuh benih lebih dari 90%. Kebutuhan benih + 20-30 kg/ha. Sebelum benih ditanam, sebaiknya direndam dalam POC NASA (dosis 2-4 cc/lt air semalam).

Pengolahan Lahan

Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa tanaman yang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dicangkul dan diolah dengan bajak. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek.Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, + 1 bulan sebelum tanam. Sebelum tanam sebaiknya lahan disebari GLIO yang sudah dicampur dengan pupuk kandang matang untuk mencegah penyakit layu pada tanaman jagung.

Pemupukan

WaktuDosis Pupuk Makro (per ha)Dosis POC
NASA
Urea (kg)TSP (kg)KCl (kg)
Perendaman benih–––2 – 4 cc/ lt air
Pupuk dasar120802520 – 40 tutup/tangki
( siram merata )
2 minggu–––4 – 8 tutup/tangki
( semprot/siram)
Susulan I (3 minggu)115–55–
4 minggu–––4 – 8 tutup/tangki
( semprot/siram )
Susulan II (6minggu)115––4 – 8 tutup/tangki
( semprot/siram )
Catatan : akan lebih baik pupuk dasar menggunakan SUPERNASA dosis ± 1 botol/1000 m2 dengan cara :
  • alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 lt air (jadi larutan induk). Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • alternatif 2 : 1 gembor (10-15 lt) beri 1 sendok peres makan SUPERNASA untuk menyiram + 10 m bedengan.

 Teknik Penanaman

  1. Penentuan Pola Tanaman
Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan :
  • Tumpang sari ( intercropping ) : melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai; tumpang sari beda umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo.
  • Tumpang gilir ( Multiple Cropping ): dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. Contoh: jagung muda, padi gogo, kedelai, kacang tanah, dll.
  • Tanaman Bersisipan ( Relay Cropping ): pola tanam dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang.
  • Tanaman Campuran ( Mixed Cropping ) : penanaman terdiri beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya, semua tercampur jadi satu. Lahan efisien, tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. Contoh: tanaman campuran seperti jagung, kedelai, ubi kayu.
  1. Lubang Tanam dan Cara Tanam
Lubang tanam ditugal, kedalaman 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar. Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40×100 cm (2 tanaman /lubang). Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25×75 cm (1 tanaman/lubang).

Pengelolaan Tanaman Jagung Manis

  1. Penjarangan dan Penyulaman
Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (hst). Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman.
  1. Penyiangan
Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll. Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.
  1. Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang.
  1. Pengairan dan Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.

Hama dan Penyakit Tanaman Jagung Manis

  1. Hama

  • Lalat bibit (Atherigona exigua Stein)
Gejala: daun berubah warna menjadi kekuningan, bagian yang terserang mengalami pembusukan, akhirnya tanaman menjadi layu, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. Penyebab: lalat bibit dengan ciri-ciri warna lalat abu-abu, warna punggung kuning kehijauan bergaris, warna perut coklat kekuningan, warna telur putih mutiara, dan panjang lalat 3-3,5 mm. Pengendalian: (1) penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman. (2) tanaman yang terserang segera dicabut dan dimusnahkan. (3) Sanitasi kebun. (4) semprot dengan PESTONA
  • Ulat Pemotong
Gejala: tanaman terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah, ditandai dengan bekas gigitan pada batangnya, akibatnya tanaman yang masih muda roboh. Penyebab: beberapa jenis ulat pemotong: Agrotis ipsilon; Spodoptera litura, penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis), dan penggerek buah jagung (Helicoverpa armigera). Pengendalian: (1) Tanam serentak atau pergiliran tanaman; (2) cari dan bunuh ulat-ulat tersebut (biasanya terdapat di dalam tanah); (3) Semprot PESTONA, VITURA atau VIREXI.
  1. Penyakit

  • Penyakit bulai (Downy mildew)
Penyebab: cendawan Peronosclerospora maydis dan P. javanica serta P. philippinensis, merajalela pada suhu udara 270 C ke atas serta keadaan udara lembab. Gejala: (1) umur 2-3 minggu daun runcing, kecil, kaku, pertumbuhan batang terhambat, warna menguning, sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih; (2) umur 3-5 minggu mengalami gangguan pertumbuhan, daun berubah warna dari bagian pangkal daun, tongkol berubah bentuk dan isi; (3) pada tanaman dewasa, terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua. Pengendalian: (1) penanaman menjelang atau awal musim penghujan; (2) pola tanam dan pola pergiliran tanaman, penanaman varietas tahan; (3) cabut tanaman terserang dan musnahkan; (4) Preventif diawal tanam dengan GLIO.
  • Penyakit bercak daun (Leaf bligh)
Penyebab: cendawan Helminthosporium turcicum. Gejala: pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat, bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun, semula bercak tampak basah, kemudian berubah warna menjadi coklat kekuning-kuningan, kemudian berubah menjadi coklat tua. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat. Pengendalian: (1) pergiliran tanaman. (2) mengatur kondisi lahan tidak lembab; (3) Prenventif diawal dengan GLIO.
  • Penyakit karat (Rust)
Penyebab: cendawan Puccinia sorghi Schw dan P.polypora Underw. Gejala: pada tanaman dewasa, daun tua terdapat titik-titik noda berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk berwarna kuning kecoklatan, serbuk cendawan ini berkembang dan memanjang. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban; (2) menanam varietas tahan terhadap penyakit; (3) sanitasi kebun; (4) semprot dengan GLIO.
  • Penyakit gosong bengkak (Corn smut/boil smut)
Penyebab: cendawan Ustilago maydis (DC) Cda, Ustilago zeae (Schw) Ung, Uredo zeae Schw, Uredo maydis DC. Gejala: masuknya cendawan ini ke dalam biji pada tongkol sehingga terjadi pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall), pembengkakan ini menyebabkan pembungkus rusak dan spora tersebar. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban; (2) memotong bagian tanaman dan dibakar; (3) benih yang akan ditanam dicampur GLIO dan POC NASA.
  • Penyakit busuk tongkol dan busuk biji
Penyebab: cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae (Schw), Gibberella fujikuroi (Schw), Gibberella moniliforme. Gejala: dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol, biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah menjadi warna coklat sawo matang. Pengendalian: (1) menanam jagung varietas tahan, pergiliran tanam, mengatur jarak tanam, perlakuan benih; (2) GLIO di awal tanam.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

Panen dan Pasca Panen Jagung Manis

  1. Ciri dan Umur Panen
Umur panen + 86-96 hari setelah tanam. Jagung untuk sayur (jagung muda, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh (diameter tongkol 1-2 cm), jagung rebus/bakar, dipanen ketika matang susu dan jagung untuk beras jagung, pakan ternak, benih, tepung dll dipanen jika sudah matang fisiologis.
  1. Cara Panen
Putar tongkol berikut kelobotnya/patahkan tangkai buah jagung.
  1. Pengupasan
Dikupas saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai, agar kadar air dalam tongkol dapat diturunkan sehingga cendawan tidak tumbuh.
  1. Pengeringan
Pengeringan jagung dengan sinar matahari (+7-8 hari) hingga kadar air + 9% -11 % atau dengan mesin pengering.
  1. Pemipilan
Setelah kering dipipil dengan tangan atau alat pemipil jagung.
  1. Penyortiran dan Penggolongan
Biji-biji jagung dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki (sisa-sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa, dll). Penyortiran untuk menghindari serangan jamur, hama selama dalam penyimpanan dan menaikkan kualitas panenan.
Demikian pembahasan mengenai Cara Budidaya Jagung Manis. Semoga bermanfaat. Dapatkan Produk Organik NASA untuk budidaya jagung manis hanya dari distributor resmi PT Natural Nusantara.

TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer (Meningkatkan Penyerapan Pupuk Kimia)

TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer (Meningkatkan Penyerapan Pupuk Kimia)

TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer merupakan produk terbaru dengan bahan dasar bakteri dari PT. Natural Nusantara yang diproduksi sebagai usaha untuk ikut meningkatkan hasil produksi pertanian Indonesia baik secara kualitas, kuantitas dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3). TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer terbuat dari bahan organik alami sehingga ramah lingkungan dan aman untuk manusia.
Selain itu, TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer juga mengandung mikroorganisme dan mikrobia yang bermanfaat untuk mempercepat dekomposisi atau perombak bahan organik untuk menghasilkan nutrisi tersedia bagi tanaman, dan mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta meningkatkan hasil panen, dan juga meningkatkan efektifitas penyerapan pupuk kimia, yang berfungsi sebagai bahan pembenah tanah, menteralisir senyawa-senyawa berbahaya dan mempercepat penguraian sisa pupuk kimia dan bahan organik yang ada dalam tanah.

Manfaat TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer

  1. Mempercepat proses perombakan tanah (dekomposisi)
  2. Sebagai bahan organik untuk menghasilkan nutrisi yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman (hasil panen)
  3. Memberikan fitohormon yang berguna untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman
  4. Bermanfaat sebagai bahan untuk memperbaiki tanah yang rusak dan keras
  5. Dapat menetralisir senyawa-senyawa berbahaya dan mempercepat penguraian sisa dari pupuk kimia dan bahan organik yang ada di dalam tanah, sehingga dapat diserap lagi oleh akar dan dapat dimanfaatkan lagi oleh tanaman
  6. Pupuk kimia jadi lebih efektif diserap oleh tanaman
  7. Membantu mengurangi pertumbuhan mikroba yang dapat merugikan tanaman

Kandungan TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer

  • Aspergillus sp :  105 cfu/ml
  • Azotobacter sp :  106 cfu/ml
  • Streptomyces sp :  106 cfu/ml
  • Lactobacillus sp : 107 cfu/ml
  • Saccharomyces sp :  107 cfu/ml
  • Tricoderma sp :  105 cfu/ml
  • Patogenisitas :  negatif

Kandungan Unsur TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer

N, P, K, C Organik, Zn, Cu, Mn, Co, Fe, S, Mg, Cl, Na, B, Si, Al, Na, Cl, Se, Cr, Mo, V, So4, Humat – Vulfat.

Cara Penggunaan TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer

  1. Pemakaian sebagai dekomposer
  • Siapkan terlebih dahulu bahan baku yang akan difermentasi (seresah, jerami, tandan kosong kelapa sawit, kotoran hewan, sampah organik, dan lain-lain)
  • Campurkan TANGGUH sebanyak 1 liter ditambah air secukupnya untuk 4-5 ton bahan yang akan difermentasi. Untuk mempercepat proses fermentasi, bisa ditambahkan gula pasir atau gula merah dan Urea sebanyak 0,25 kg.
  • Siram atau semprot larutan pada bahan baku hingga merata
  • Tumpukan bahan yang sudah tercampur, diatur dengan ketinggian 1 meter maksimal.
  • Tutup bahan yang telah tercampur agar terhindar dari hujan dan panas matahari secara langsung.
  • Jaga kelembapannya, jangan terlalu basah atau terlalu kering. Jika terlalu kering segera semprotkan air.
  • Setelah 1-2 bulan, bahan akan matang. Ditandai dengan ciri: suhu dingin, meremah, warna menjadi lebih gelap daripada bahan aslinya.
  1. Pemakaian sebagai pupuk hayati
  • Dapat disiram ke tanah dengan dosis: 2-3 cc/liter air (1 tutup botol per 5 liter air)
  • Untuk penyemprotan ke tanaman menggunakan dosis: 50-70 cc/tangki (5 tutup botol per tangki)
  • Kebutuhan TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer: 3-5 liter per Ha.
TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer sangat baik untuk semua jenis tanaman pangan, buah-buahan dan perkebunan. Dapatkan produk “TANGGUH” Pupuk Hayati dan Dekomposer hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

TANGGUH Probiotik (Bahan Fermentasi Pakan Ternak)

TANGGUH Probiotik (Bahan Fermentasi Pakan Ternak)

Tangguh probiotik – Banyak sisi positif yang bisa dimanfaatkan karena semakin majunya bio teknologi di dunia, terutama untuk membantu kehidupan manusia dan lingkungannya. Salah satu contoh pemanfaatan bio teknologi adalah dengan melibatkan pemakaian mikroorganisme dalam membantu segala proses di sekitar kehidupan manusia dan lingkungannya. Seiring dengan perkembangann itu, PT. Natural Nusantara (NASA) menghadirkan TANGGUH Probiotik untuk Peternakan dan Perikanan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan di Indonesia pada sektor agrokomplek.
TANGGUH Probiotik Peternakan dan Perikanan merupakan salah satu produk terbaru dari PT. Natural Nusantara (NASA) yang akan membantu petani dan peternak dalam meningkatkan hasil produksinya secara kualitas, kuantitas, dan keletarian lingkungan (Aspek K-3). TANGGUH Probiotik memiliki formula khusus yang bermanfaat untuk menyempurnakan proses fermentasi di dalam pencernaan ternak dan ikan sehingga dapat mempercepat proses pertumbuhan hewan ternak.
Produk yang digunakan untuk Peternakan dan Perikanan tersebut diproduksi dari bahan-bahan alami murni sehingga aman untuk hewan ternak bahkan dapat meningkatkan cita rasa, gizi dan dapat mengurangi tingkat kerusakan ternak (palatibilitas). TANGGUH Probiotik untuk Peternakan dan Perikanan ini juga berfungsi untuk meningkatkan kesuburan perairan, meningaktkan kesehatan udang dan ikan.

Kandungan TANGGUH Probiotik

  • Azotobacter sp :  1,31 x 106 cfu/ml
  • Lactobacillus sp : 2,5 x 107 cfu/ml
  • Aspergillus sp :  1,90 x 105 cfu/ml
  • Streptomyces sp :  2,42 x 106 cfu/ml
  • Trichoderma sp :           :  2,8 x 105 cfu/ml
  • pH :  5,0

Dosis Pemakaian :

  1. Pemakaian untuk ternak, menggunakan dosis :
  • 2 tutup botol (20 cc) per 20 liter air untuk 100 kg (1 kwintal) pakan ternak hijauan/jerami
  • 1 tutup botol (10 cc) per 1 liter air untuk 5 kg pakan konsentrat
  1. Pemakaian untuk udang menggunakan dosis 5-6 liter per Ha
  2. Pemakaian untuk ikan menggunakan dosis 3-6 liter per Ha

Cara Pemakaian :

  1. Pembuatan pakan ternak

  • Bahan dicacah hingga ukuran 5 cm lalu ditumpuk setebal 20 cm, kemudian disiram dengan larutan TANGGUH Probiotik sesuai dengan dosis diatas
  • Tumpuk lagi bahan diatasnya dengan mengulang prosedur nomor 1 hingga mencapai tinggi 1 meter
  • Tutup rapat selama 1-3 hari
  • Setelah itu dibuka dan dikeringkan sebelum diberikan ke ternak
Catatan : kombinasikan dengan VITERNA Plus yang berfungsi untuk menyempurnakan proses pencernaan dan metabolisme dalam tubuh ternak.
  1. Pemakaian untuk kolam ikan dan udang

  • Larutkan 2-3 liter dengan dicampur TON Tambak Organik Nusantara dengan air secukupnya
  • Kemudian siramkan secara merata pada tanah dasar kolam atau tambak pada saat persiapan lahan, sebelum diberi air
  • Campur TANGGUH Probiotik sebanyak 0,5 liter dengan air secukupnya. Kemudian siramkan secara merata ke air kolam atau tambak setiap 2 minggu sekali dengan dicampur TON Tambak Organik Nusantara. Proses ini berlangsung selama 6 kali mulau umur 21 hari.
  1. Pemakaian untuk ikan dan udang

  • Campurkan TANGGUH Probiotik sebanyak 5 cc dengan 10 cc VITERNA Plus ke dalam air secukupnya
  • Kemudian campurkan dengan pakan 8-10 kg ikan atau udang
TANGGUH Probiotik untuk Peternakan dan Perikanan ini merupakan pilihan yang tepat bagi Anda yang sedang melakukan budidaya di sektor peternakan dan perikanan. Untuk membantu meningkatkan kuantitas, kualitas dan kelestarian lingkungan.
Dapatkan TANGGUH Probiotik untuk Peternakan dan Perikanan hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

SUPERNASA Granule (Meningkatkan Kesuburan Tanah)

SUPERNASA Granule (Meningkatkan Kesuburan Tanah)

Supernasa Granule – Natural Nusantara (NASA) membuat inovasi-inovasi baru terutama dalam bidang pupuk organik. NASA menginovasi pupuk organik ke dalam berbagai bentuk, dari pupuk organik mikro hingga pupuk organik berbentuk granule (butiran) dari kualitas standar hingga kualitas tinggi (premium). Pupuk organik berbentuk granule dari NASA ini diberi nama SUPERNASA Granule.
Pupuk SUPERNASA Granule dibuat dari bahan-bahan alami atau organik yang sangat cocok untuk digunakan pada segala jenis tanaman, mulai dari tanaman pangan, holtikultura, kehutanan, dan perkebunan. Memiliki banyak pilihan dosis penggunaan, tersedia dosis 50 kg per Ha, 300-500 kg/ha atau sesuai permintaan.

Bentuk SUPERNASA Granule

Sesuai dengan namanya, SUPERNASA Granule berbentuk granule yaitu butiran-butiran kecil yang sangat banyak. Di dalam butiran granule terkandung banyak vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan tanaman. Berwarna coklat gelap kehitaman seperti pelet atau pakan ternak.

Bahan Baku SUPERNASA Granule

Dibuat dari bahan-bahan alami yaitu pupuk kandang yang telah diolah secara modern dengan pengawasan yang ketat untuk menghindari kandungan zat berbahaya. Pupuk kandang ini hanya sebagai media saja, sedangkan inti dari kandungan yang sebenarnya adalah SUPERNASA.

Kandungan SUPERNASA Granule

SUPER NASA adalah pupuk organik atau pupuk alami yang didalamnya mengandung N1,46%, P2O5 1,53%, K2O5,72%, C Organik 29,66%, Zn 130,71ppm, Cu 6,11ppm, Mn 374,92ppm, Co 10,64ppm,
Fe 5650,20ppm, Ca 3,75%, S 1,23%, Mg 1,23%, Cl 1,24%, Na 3333,76%, Si 10,80% Al 4541,21ppm, NaCl 2,04%, So4 4,16%, Mo < 0,2ppm, B 580,4ppm, pH 7,80, C/N ratio 20,33%, Lemak 0,06%, Protein 9,13%, Karbohidrat 0,97%, Asam Humat 1,25%, Kadar Air 22,42%
Bebas logam berat ( Pb, Cd, Hg, As) Bebas Mikroba ( E.Coli, Saimonella )

Manfaat SUPERNASA Granule


  1. Fungsi utama

  • Memperbaiki tanah yang rusak
  • Memperbaiki tanah yang keras secara bertahap, agar menjadi gembur dan subur kembali
  • Meningkatkan kesuburan khemis : memberikan unsur makro dan mikro pada tanah yang dibutuhkan tanaman
  • Meningkatkan kesuburan biologis dengan cara membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman
  • Mengurangi penggunaan pupuk NPK (Urea, KCI dan TSP) hingga mencapai 50%
  1. Fungsi lain

    • Melarutkan sisa pupuk kimia dalam tanah, sehingga dapat diserap oleh akar dan dapat dimanfaatkan lagi oleh tanaman
    • Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman
    • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit dan cuaca atau iklim karena kebutuhan nutrisi tanaman sudah tercukupi
    • Memacu pertumbuhan tanaman agar sapat tumbuh maksimal, merangsan pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan pada bunga dan buah

Keunggulan SUPERNASA Granule

  • Bentuknya granule sehingga tidak mudah hancur
  • Mempermudah proses penyimpanan karena tahan lama
  • Dengan bentuk granule, penggunaan pupuk jadi lebih mudah
  • Memiliki kandungan formula khusus sehingga tanaman dapat tumbuh dan berproduksi dengan hasil yang maksimal

Cara Penggunaan :

  • Sebarkan secara merata ke lahan pertanian bersamaan dengan pupuk makro sebagai pupuk dasar sebelum tanam dan diaplikasikan lagi 30 hari setelah tanam untuk tanaman pangan.
  • Sebarkan SUPERNASA Granule ke dalam barisan tanaman pada saat awal tanam untuk tanaman sayuran dan buah
  • Disebarkan secara melingkar selebar lingkaran tajuk tanaman untuk tanaman buah-buahan, perkebunan dan kehutanan. Atau dengan cara dibenamkan ke dalam tanah sedalam 10 cm akan lebih efektif
SUPERNASA Granule tersedia dalam bentuk karung dengan berat 10 kg. Dapatkan SUPERNASA Granule hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

SUPERNASA Kemasan 3 Kg (Meningkatkan Kesuburan Tanah)

SUPERNASA Kemasan 3 Kg (Meningkatkan Kesuburan Tanah)

SUPERNASA adalah produk pupuk organik padat dari PT. Natural Nusantara (NASA) yang memiliki formula alami untuk memperbaiki tanah yang rusak, menyediakan semua unsur hara essensial bagi tanaman dan membantu meningkatkan perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat untuk tanaman. SUPERNASA dapat mengurangi jumlah penggunaan pupuk kimia (Urea, SP-36, dan KCI).
Pupuk organik padat (POP) SUPERNASA merupakan perkembangan dari pupuk cair organik NASA. Tersedia dalam kemasan besar 3 kg yang merupakan jawaban akan permintaan produk-produk NASA yang semakin besar, setelah sebelumnya sukses dengan produk SUPERNASA kemasan 250 gram. Kemasan 3 kg ini sangat cocok dan menguntungkan untuk para petani yang memiliki lahan yang luas, dari segi harga juga lebih ekonomis.

Bentuk SUPERNASA

Berbentuk seperti serbuk, berwarna hitam kecoklatan, sangat mirip dengan tanah. Teksturnya tidak seperti pasir atau tepung, tetapi agak kempal lengket dan baunya agak menyengat hidung.

Bahan Baku SUPERNASA

Terbuat dari bahan-bahan alami dari Indonesia, yaitu rumput-rumputan dan tumbuhan lain yang memiliki kandungan pupuk yang besar.

Kemasan SUPERNASA

Dikemas dengan sangat menarik, dengan memakai box kotak dan botol plastik warna putih. Ada dua kemasan SUPERNASA yaitu 250 gram dan kemasan besar 3 Kg. Kemasan kecil 250 gram dapat digunakan untuk luas lahan 1.000 meter. Sedangkan kemasan besar 3 Kg, dapat digunakan untuk pemupukan lahan seluas 1 hektar.

Kandungan SUPERNASA

SUPER NASA adalah pupuk organik atau pupuk alami yang didalamnya mengandung N1,46%, P2O5 1,53%, K2O5,72%, C Organik 29,66%, Zn 130,71ppm, Cu 6,11ppm, Mn 374,92ppm, Co 10,64ppm,
Fe 5650,20ppm, Ca 3,75%, S 1,23%, Mg 1,23%, Cl 1,24%, Na 3333,76%, Si 10,80% Al 4541,21ppm, NaCl 2,04%, So4 4,16%, Mo < 0,2ppm, B 580,4ppm, pH 7,80, C/N ratio 20,33%, Lemak 0,06%, Protein 9,13%, Karbohidrat 0,97%, Asam Humat 1,25%, Kadar Air 22,42%
Bebas logam berat ( Pb, Cd, Hg, As) Bebas Mikroba ( E.Coli, Saimonella )

Manfaat SUPERNASA

  1. Untuk mengurangi penggunaan pupuk NPK kimia sekitar 50% sampai 75%, sehingga terjadi keseimbangan antara penggunaan pupuk kimia dan organik.
  2. Untuk memperbaiki lahan yang rusak, karena mengandung humat dan fulvat yang secara bertahap akan memperbaiki kegemburan tanah yang keras dan membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bemanfaat untuk tanaman.
  3. Dapat diaplikasikan untuk semua jenis tanaman pangan seperti palaija, padi, dan lain-lain, untuk tanaman holtikultura seperti buah, sayuran, dan bunga, dan dapat diaplikasikan untuk jenis tanaman tahunan seperti kelapa sawit, kakao, karet, dan lain-lain. Mengandung unsur hara, nutrisi mikro dan makro yang lengkap bagi tanaman.
  4. Dapat memacu pembentukan senyawa polifenol untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.
  5. Kandungan hormon atau zat pengatur tumbuh (giberelin, auxin, sitokinin) dapat mempercepat pertumbuhan akar, perkembangan biji, pertumbuhan tanaman mengurangi kerontokan bunga dan buah, serta memperbanyak pertumbuhan bunga dan buah.
  6. Dapat melarutkan SP-36 dengan cepat.

Cara Aplikasi :

  1. Dapat dilarutkan atau dicampur air bersamaan dengan Natural GLIO dan NPK makro. Kemudian didiamkan selama 3 hari atau 1 minggu dan baru dapat dikocorkan pada tanaman.
  2. Atau dapat diaplikasikan dengan cara lain yaitu dengan menaburkan langsung di sekitar tanaman.
SUPERNASA kemasan 3 kg cocok untuk para petani yang mempunyai kebutuhan besar akan pupuk organik. Dapatkan SUPERNASA kemasan besar 3 kg hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

TON (Menambah Plankton Pada Air)

TON (Menambah Plankton Pada Air)

TON (Tambak Organik Nusantara) Natural Nusantara mengeluarkan produk TON (Tambak Organik Nusantara) untuk membantu mengatasi permasalahan pada tambak.
TON merupakan pupuk organik murni yang mendukung konsep Agenda Dunia No.21 yaitu back to nature (kembali ke alam). Pupuk TON dibuat dari berbagai bahan alami yang berasal dari Indonesia dengan ketersediaan yang sangat melimpah sehingga tidak akan habis.
Pupuk TON mengandung bahan-bahan yang sangat dibutuhkan untuk proses perbaikan lingkungan dan ekosistem tambak, mengandung unsur ionik yang tinggi aktifitasnya, dan mengandung karbon aktif yang bermanfaat untuk meningkatkan senyawa-senyawa beracun yang mencemari lingkungan tambak.
Di dalam pupuk TON, terkandung unsur makro dan mikro yang lengkap yang dapat membantu mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan dan udang. Selain itu senyawa-senyawa organik yang terkandung dalam TON seperti vitamin, lemak dan protein sangat dibutuhkan untuk budidaya tambak.
TON (Tambak Organik Nusantara) memiliki formula alami khusus sebagai pupuk untuk tambak yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ikan bandeng dan udang. Dapat juga untuk menjaga dan memperbaiki kelestarian lingkungan di sekitar tambak dengan cara mengikat logam berat yang terikat oleh partikel tanah dan mengurai senyawa komplek yang berbahaya bagi pertumbuhan udang dan bandeng.

Keunggulan dan Manfaat Pupuk TON

  • Mengikat logam berat yang terikat dengan partikel tanah yang akan berbahaya bagi kehidupan ikan dan udang
  • Dapat menguraikan senyawa komplek yang berbahaya dan beracun seperti H2S, asam laktat, amoniak, dan sebagainya
  • Memberikan semua jenis unsur mikro maupun makro yang lengkap untuk mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami bagi ikan dan udang
  • Membantu merutinkan proses molting pada udang
  • Dapat meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan tubuh udang
  • Membantu sistem pencernaan pada udang
  • Dapat meningkatkan perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat untuk pertumbuhan bandeng dan udang
  • TON juga dapat digunakan pada kolam air tawar
  • Telah teruji multi lokasi, multi komoditi dan multi waktu
  • Memberikan gizi lengkap dan nutrisi untuk mempercepat pertumbuhan ikan dan udang. Penggunaannya dikombinasikan dengan POC NASA, VITERNA Plus dengan cara dicampur ke pakan ikan atau udang)
  • Membantu proses pergantian kulit (moulting) pada udang karena menyediakan kondisi lingkungan yang baik sehingga energi untuk moulting dapat dimiliki oleh udang

Kandungan Unsur Pupuk TON

  • N :  2,67%
  • P205 :  1,36%
  • K :  1,55%
  • Ca :  1,46%
  • S :  1,43%
  • Mg :  0,4%
  • CI :  1,27%
  • Mn :  0,01%
  • Fe :  0,18%
  • Cu :  < 1,19 ppm
  • Zn :  0,002%
  • Na :  0,11%
  • Si :  0,3%
  • AI :  0,11%
  • SI  :  0,3%
  • NaCI :  2,09%
  • SO4 :  4,31%
  • C/N ratio :  5,86%
  • PH :  8
  • Lemak :  0,07 %
  • Protein :  16,69%
  • Karbohidrat : 1,01%
  • Asam Humat :  1,29%

Cara Penggunaan Pupuk TON

Cara penggunaannya ada dua cara yaitu saat persiapan lahan tanah untuk kolam dan tambak dan saat persiapan lahan yang sudah di semen.

Aplikasi Pupuk TON pada lahan tanah

  • Kolam terlebih dulu dieringkan dengan cara dibiarkan di bawah sinar matahari yang terik
  • Pupuk TON dilarutkan dengan air untuk disiram siramkan ke dasar kolam atau tambak
  • Setelah kolam atau tambak diisi dengan air, taburkan Pupuk TON dengan dosis 250 gr atau 10 botol ke dalam tambak atau kolam
  • Biarkan selama 3 hari tujuannya memberi waktu pada plankton untuk tumbuh, ciri-ciri plankton yang sudah tumbuh adalah kolam berubah warna menjadi hijau
  • Setelah itu lakukan proses pembibitan
  • Untuk terapi budidaya, Pupuk TON ditebarkan dengan dosis 0,5 kg atau 2 botol setiap 1 bulan sekali

Aplikasi Pupuk TON pada lahan semen

  • Kolam terlebih dahulu dibersihkan dan diisi air setinggi 20 cm
  • Tebarkan Pupuk TON dengan dosis 1 kg per hektar
  • Biarkan selama 3 hari dan air mulai diisi penuh dan siap untuk budidaya
  • Tebarkan Pupuk TON setiap 15 hari sekali sebanyak 0,5 kg
TON (Tambak Organik Nusantara) juga berfungsi untuk menetralkan limbah dan menjadikan lahan tambak bebas dari pencemaran bahan kimia. Aplikasi TON harus dilakukan sesuai dengan dosis di atas untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dapatkan Pupuk TON hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

Teknik Budidaya Ayam Broiler (Pedaging)

Teknik Budidaya Ayam Broiler (Pedaging) Ayam broiler atau ayam pedaging adalah jenis ayam yang dapat tumbuh dengan cepat sehingga dapa...